Menumbuhkan Karakter Jujur melalui Pembuatan Karya Ilmiah

karyaIstilah  karya ilmiah bagi seorang guru adalah istilah  ringan diucapkan tapi berat dilaksanakan. Anggapan ini bukanlah hisap jempol belaka.  Secara filosofis, memang  apa yang dilakukan oleh guru jika direkam, dianalisis kemudian diwujudkan berupan laporan maka yang demikian dapat dianggap  sebagai karya ilmiah. Tetapi oleh sebagian guru ini adalah perkara yang sangat berat.

Salah satu indikasi  kelemahan guru dalam menulis atau membuat karya ilmiah adalah  minimnya guru yang mengajukan kenaikan pangkat/golongan pegawai.  Menjadi minim peminat karena  ada persyaratan pembuatan karaya ilmiah.  Selalu ada jalan bagi  yang mau berusaha. Maka ada  oknum guru yang melakukan  pembuatan karya ilmiah dengan cara plagiat. Media Cetak banyak  mepublikasikan pemberitaan bahwa ada oknum guru yang membuat karya lmiah dengan cara plagiat.  Tidak hanya plagiat, banyaknya juga pihak-pihak yang menyediakan  jasa pembuatan karaya ilmiah secara instan dengan cara manipulasi data-data pada karya ilmiah tersebut.

Menurut Lako (2012), ada beberapa modus yang dilakukan oleh oknum dalam mengakusisi karya orang lain.  Pertama, seorang penulis mengambil tulisan orang lain dan mengklaim sebagai tulisannya sendiri. Kedua, seorang penulis mengambil gagasan orang lain menjadi gagasannya sendiri. Misalnya, dalam suatu diskusi, peserta diskusi mengajukan sejumlah gagasan unik yang menarik. Dalam menulis suatu artikel, penulis yang menjadi narasumber atau peserta diskusi lalu menulis dan menyatakan gagasan itu berasal dari dirinya. Ketiga, mengambil hasil riset orang lain jadi temuannya sendiri. Keempat,mengakuisisi hasil riset atau hasil karya kelompok jadi hasil riset atau hasil karya sendiri. Kelima, menerbitkan kembali hasil tulisannya sendiri yang sudah diterbitkan sebelumnya dalam suatu buku atau jurnal meskipun menyebutkan sumbernya. Keenam, meringkas dan  memparafrasekan (mengutip tak langsung) suatu pemikiran dari suatu sumber ke dalam karya tulisnya tanpa menyebutkan sumbernya.

Rendahnya kemampuan guru dalam membuat karya ilmiah,kemudian ada yang menempuh jalan keliruyakni sebagai plagiat atau  membuat karya imiah dengan order pada jasa pembuat karya ilmiah disebabkan beberapa faktor. Menurut Sukarno, faktor tersebut adalah  motivasi menulis yang rendah, tidak memiliki cukup waktu luang, kurangnya pemahaman tentang teknik penulisan,  kesulitan mencari data, gagap teknologi,  tidak memiliki buku referensi, maraknya jasa pembuatan karya tulis, kurang berfungsinya kegiatan kelompok kerja guru (KKG) dalam meningkatkan kompetensi menulis karya ilmiah, dan  kurangnya dukungan dari sekolah.

Bersambung ……..

Advertisements

Posted on May 17, 2017, in Artikel and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: