Penggunaan PADLET dalam Pembelajaran Matematika

padMakalah ini bertujuan untuk membantu guru dalam penerapan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan 5M (Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Menalar serta Mengkomunikasikan) berbantuan Papan Tulis Bertutur Digital (PADLET). Makalah ini juga mengupas secara teknis memadukan 5M  dengan PADLET dalam pembelajaran matematika secara praktis di kelas.

Menurut Direktorat PSMK (26-28, 2015), pendekatan 5M memiliki gol setting dalam pembelajaran. Pertama, mengamati memiliki tujuan kegiatan agar siswa mampu mengidentifikasi masalah. Kedua, Menanya memiliki core activity  siswa dapat merumuskan masalah serta merumuskan hipotesis. Ketiga, Mengumpulkan informasi bertujuan siswa mampu menguji hipotesis. Keempat, Mengasosiasi memiliki tujuan pembelajaran agar siswa mampu menyimpulkan kajian dari hipotesis. Kelima, Mengkomunikasikan bertujuan agar siswa mampu mempertanggungawabkan pembuktian hipotesa.

Hasil penelitian Hudson dan Porter (2010) merekomendasikan penggunaan ICT dalam pembelajaran mampu mengefektifkan pembelajaran. Salah satu media yang digunakan penulis dalam penggunaan TIK dalam pembelajaran adalah PADLET untuk membantu pendekatan 5M dalam pembelajaran 5M. Menurut Mohamed Amin Embi (2014), PADLET sebagai salah satu web versi 2.0 mampu menyediakan fitur-fitur dalam pembelajaran yang menyenangkan. Aktifitas Mengamati dalam PADLET dapat berupa fakta yang dapat diamati baik dalam bentuk gambar, video, tulisan. Aktivitas Menanya pada PADLET, siswa secara individu atau kelompok dapat menyampaikan rumusan hipotesisnya. Pada aktivitas mengumpulkan informasi, guru dapat merekomendasikan sumber bacaan secara online atau siswa juga mampu menampilkan bacaan yang berkaitan dengan topik pembasan. Demikian juga pada aktivitas mengasosiasi hingga mempublikasikan dari kesimpulan permasalah yang diberikan. Penggunaan PADLET dalam pembelajaran  mampu  membuat pembelajaran lebih komunikatif (Zainuddin Ibrahim  dkk (2014)).  Menurut zatul Aini Abd Majid (2014), penggunaan PADLET mampu meningkatkan pengalaman pembelajaran pada siswa. Penggunaan PADLET juga mampu  digunakan untuk pembelajaran kolaboratif (DeWitt, D.; Alias, N.; Siraj, S. (2015)).

Berdasarkan keunggulan yang dimiliki oleh PADLET, penulis berkeyakinan bahwa PADLET mampu mempermudahkan aktivitas pembelajaran  5M dalam pembelajaran,terutama pembelajaran matematika.

  1. Pendahuluan

Era globalisasi  yang ditandai dengan  penampikan  geofrafis dan waktu  telah merubah cara pandang manusia tentang hidup mereka. Hal ini juga terjadi dalam dunia pendidikan.  Keadaan ini mulai memaksa manusia untuk  menjadikan TIK (Teknologi, Informasi dan Komunikasi)  sebagai  sarana  dalam menunjang kebutuhan mereka. Dunia pendidikan merupakan hal yang sangat urgen menggunakan TIK untuk efesiensi pembelajaran. Soft skill (critical thinking, problem solving) yang telah menjadi isu utama dalam dunia pendidikan, kini berpindah dengan intervensi penggunaan TIK untuk  memaksimalkan pembelajaran telah menjadi arus utama dalam abad ke-21. Intervensi TIK dalam pembelajaran merupakan hal yang sangat bermanfaat dan menunjang pembelajaran. Menurut Pavel AP, Fruth A, & Neacsu MN (2015), penggunaan TIK dalam pembelajaran mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan  motivasi belajar.

Tuntutan pembelajaran yang  inovasi dan kreatif  yang sangat tinggi dengan melibatkan TIK adalah sebuah keniscayaan.  Pendidik juga harus mampu  berkolaborasi dan memiliki keterampilan untuk menggunakan secara efektif inovasi ilmiah tersebut. Salah satu tool dalam pembelajaran adalah papan tulis. Ada banyak hal kelemahan papan tulis konvensional. Karakter siswa yang berbeda dengan gaya belajar yang berbeda menuntut adanya  pengembangan lebih lanjut. Misalnya, siswa dengan gaya belajar audio, menuntut  pembelajaran yang mewakil karakter tersebut. Demikian juga gaya belajar siswa visual, menuntut media pembelajaran yang mampu mefasilitasi dari gaya belajar tersebut. Papan tulis konvensional tidak lepas dari inovasi pembelajaran berbasis TIK untuk menjawab keterbatasan-keterbatasan tersebut.

Salah satu aplikasi yang dianggap mampu menjawab atas keterbatasan papan tulis konvensional adalah PADLET. Menurut  Zainuddin Ibrahim dkk (2014), PADLET merupakan papan tulis maya (Wallwisher) yang mampu mefasiltasi pembelajaran kolaboratif dengan fitur-fitur audio-visual, berbagi dan mengkomunikasikan ide. Oleh beberapa peneliti, PADLET akan mampu menghandle pembelajaran yang berporos pada siswa dan menyenangkan. Karakter fitur PADLET yang lebih unggul jika dibandingkan dengan papan tulis konvensional lebih menantang dengan pendekatan pembelajaran ilmiah (misalnya pendekatan saintifik).

Adanya perubahan Kurikulum pendidikan (sekolah) yakni Kurikulum 2013, memiliki harapan besar agar lulusan sekolah mampu bersaing dalam kehidupan global. Karakter tantangan global adalah pembangunan bangsa tidak lagi bertumpu pada kekaya sumber daya alam. Inilah salah satu tantangan  pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada sehingga memiliki keterampilan dalam mengikuti perkembangan dan persaingan di era globalisasi. Proses pembelajaran yang dianut dalam kurikulum 2013 adalah berbasis pada pendekatan saintifik. Pendekatan ini merupakan pendekatan pembelajaran ilmiah yang terdiri dar unsur  mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar,  dan mengkomunikasikan ide mampu membentuk siswa dengan karakter problem solver. Pendekatan ini juga dikenak dengan istilah 5M. Siswa diharapkan mampu memiliki kemampuan berpikir metakognitif. Menurut hasil penelitian  A. Machin (2014) menyebutkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran  berpengaruh positif terhadap hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik.

Berdasarkan  pemaparan keunggulan penggunaan intervensi TIK berupa PADLET dan pendekatan 5M, ada indikasi bahwa pembelajaran tersebut mampu meningkatkan pembelajran yang positif serta menyenangkan bagi siswa.

  1. Pendekatan 5M

Kurikulum 2013 mengembangkan dua modus proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Proses pembelajaran langsung adalah proses pendidikan di mana peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran langsung tersebut peserta didik melakukan kegiatan belajar mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis. Proses pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung atau yang disebut dengan instructional effect. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu, kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi, dan bukan hanya diberi tahu.

Salah satu kata kunci  keberhasilan dari instructional effect  yang dikehendaki dalam kurikulum 2013 adalah kekonsistenan implementasi pendekatan 5m dalam pembelajaran. Sehingga sebuah keharusan memahami filosofis dan keunggulan  dari pendekatan 5M tersebut. Pendekatan 5M didasarkan pada keunggulan pendekatan tersebut, antara lain: (1) meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi, (2) untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik, (3) terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan, (4) diperolehnya hasil belajar yang tinggi, (5) untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide, dan (6) untuk mengembangkan karakter siswa. Proses pembelajaran yang mengacu pada pembelajaran berpendekatan saintifik, meliputi lima langkah sebagai berikut(Direktorat PSMK (26-28, 2015)).

  1. Mengamati, yaitu kegiatan siswa untuk mengidentifikasi melalui indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba pada waktu mengamati suatu objek dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan mengamati antara lain observasi lingkungan, mengamati gambar, video, tabel dan grafik data, menganalisis peta, membaca berbagai informasi yang tersedia di media masa dan internet maupun sumber lain. Bentuk hasil belajar dari kegiatan mengamati adalah siswa dapat mengidentifikasi masalah.
  2. Menanya, yaitu kegiatan siswa untuk mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, suatu proses tertentu. Dalam kegiatan menanya, siswa membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa yang belum diketahuinya. Siswa dapat mengajukan pertanyaan kepada guru, nara sumber, siswa lainnya dan atau kepada diri sendiri dengan bimbingan guru hingga siswa dapat mandiri dan menjadi kebiasaan. Pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan tulisan serta harus dapat membangkitkan motivasi siswa untuk tetap aktif dan gembira. Bentuknya dapat berupa kalimat pertanyaan dan kalimat hipotesis. Hasil belajar dari kegiatan menanya adalah siswa dapat merumuskan masalah dan merumuskan hipotesis.
  3. Mengumpulkan data, yaitu kegiatan siswa untuk mencari informasi sebagai bahan untuk dianalisis dan disimpulkan. Kegiatan mengumpulkan data dapat dilakukan dengan cara membaca buku, mengumpulkan data sekunder, observasi lapangan, uji coba (eksperimen), wawancara, menyebarkan kuesioner, dan lain-lain. Hasil belajar dari kegiatan mengumpulkan data adalah siswa dapat menguji hipotesis.
  4. Mengasosiasi, yaitu kegiatan siswa mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara lain melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih bermakna. Kegiatan siswa dalam mengolah data misalnya membuat tabel, grafik, bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam menambah skema kognitif, meluaskan pengalaman, dan wawasan pengetahuannya. Hasil belajar dari kegiatan menalar/ mengasosiasi adalah siswa dapat menyimpulkan hasil kajian dari hipotesis.
  5. Mengomunikasikan yaitu kegiatan siswa mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi. Hasil belajar dari kegiatan mengomunikasikan adalah siswa dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan pembuktian hipotesis.

Sejumlah  pakar pendidikan telah memberikan definisi operasional tentang implementasi 5M dalam pembelajaran. Dalam makalah ini, penulis cenderung mengadopsi operasional 5M dalam pembelajaran sesuai dengan pendapat Direktorat PSMK (26-28, 2015).

  1. PADLET

Profesi guru pada abad 21 merupakan masa yang memanjakan guru dengan bermacam teknologi pembelajaran. Teknologi pembelajaran yang berbasis internet ada yang berbayar dan open source. Salah satunya adalah Padlet. PADLET  merupakan virtual online dimana guru dan siswa dapata melakukan pembelajaran secara  kolaboratif, refleksi, berbagi link dan gambar dalam sebuah lokasi (URL) (http://www.aea1.k12.ia.us/). Menurut Anderson (2013), PADLET adalah media berbasis web untuk menyusun ide  dan berkolaborasi secara online.  Menurut Halsted (2014), padlet adalah papan tulis online  dengan memfasilitasi siswa untuk memasukkan catatan di tempat umum. Hal ini memungkinkan siswa untuk berbagi catatan dengan orang lain dalam bentuk link, gambar, video dan dokumen yang berbeda. Berdasarkan pendapat beberapa pakar ICT dapatlah disimpulkan bahwa padlet adalah papan tulis digital sebagai sarana pembelajaran kolaboratif yang mampu mengakomudir pembelajaran virtual.

PADLET sebagai web 2.0 menitik beratkan pembelajaran berbasis internet menjadi sebuah alternatif pembelajaran yang menyenangkan. Banyak hal yang dapat dimanfaatkan dalam fitur PADLET untuk pembelajaran. Berikut manfaat dari pembelajaran berbantuan PADLET  (Mohamed Amin Embi: 2014)

Menurut Elizabeth (2010) (dalam Mohamed Amin Embi(2014)) PADLET memiliki beberapa fitur yang menunjang pembelajaran. Berikut fitur-fitur dalam PADLET.

  1. Aktivitas Penulisan Pesan

Fitur ini memberikan kesempatan kepada guru dan siswa untuk berkomunikasi berupa pesan atau teks.

  1. Aktivitas diskusi

Fitur ini mampu mengakomodir diskusi dalam kelas virtual. Diskusi ini dapat dilakukan antara guru dengan siswa atau antara siswa dengan siswa atau diskusi dengan kelompok secara kolabiratif.

  1. Aktivitas Bertutur

Fitur ini mampu menjembatani untuk siswa yang mengalami masalah untuk menyampaikan pendapatnya secara lisan yakni dengan bertutur secara tulisan. Aktivitas ini  dapat berupa  perbincangan tentang suatu gambar atau video, gambar, ataupun penulisan topik yang didiskusikan.

  1. Merekam Aktivitas Pembelajaran

Salah satu kelebihandaari PADLET adalah hasil diskusi dapat disalin atau di rangkum filenya dalam beberapa format sehingga memudahkan siswa untuk medekumentasikan hasil pembelajaran.

  1. Pendekatan 5M via PADLET

Setelah mengungkap bagaimana tentang esensi pendekatan 5M dan fitur-fitur yang mendukung pembelajaran berbasis web 2.0 yakni PADLET, masalah keberikutnya adalah bagaimana teknis pembelajaran  tersebut.

Sebelum kelangkah teknis implementasi pembelajaran dalam kelas, berikut akan disajikan sintak atau implementasi 5M dalam PADLET pada kegiatan inti pembelajaran.

Tabel 1. Aktivitas 5M berbasis PADLET

Aktivitas 5M Core Activity PADLET Keterangan
Mengamati Siswa dapat mengidentifikasi masalah Aktivitas Guru:

·      Guru meposting  masalah dalam PADLET dapat berupa PPT, Video, PDF, atau format yang lainnya agar siswa dapat terbantukan dalam mengidentifikasi masalah

Guru memberikan LKK (Lembar Kinerja Siswa) tentang masalah yang diberikan
·      Siswa mengidentifikasi masalah yang diberikan oleh guru baik secara kelompok maupun individual
Menanya Siswa dapat merumuskan masalah dan  hipotesis Aktivitas guru:

Guru memberikan kesempatan pada siswa, baik kelompok atau individual untuk bertanya, menyampaikan pernyataannya di PADLET dalam rangka merumuskan masalah dan hipotesis terhadap fakta atau masalah yang diberikan oleh guru.

Guru memberikan LKK (Lembar Kinerja Siswa) tentang masalah yang diberikan
Aktivitas siswa:

Siswa secara kelompok atau individual meposting pertanyaan atau pernyataan, rumusan masalah dan hipotesis tentang fakta/masalah yang diberikan

Mengumpulkan data Siswa dapat menguji hipotesis Aktivitas guru:

Guru merekemendasi referensi baik berupa teks atau video, link web dalam rangka memperkaya referensi siswa/kelompok untuk menguji hipotesisnya

Guru memberikan LKK (Lembar Kinerja Siswa) tentang masalah yang diberikan
Aktivitas siswa:

Siswa menguji hipotesis yang telah dirumuskan berbasis pada fakta/referensi yang telah diekstrak

Mengasosiasi Siswa dapat menyimpulkan hasil kajian dari hipotesis Aktivitas guru:

Guru dapat memberikan masalah atau fakta baru (tetapi masih berkaitan dengan fakta/masalah awal) di PADLET baik berupa teks atau video untuk mengembangkan hasil kesimpulan dari kajian pengujian hipotesis berbasis referensi.

Guru memberikan LKK (Lembar Kinerja Siswa) tentang masalah yang diberikan
Aktivitas siswa :

Siswa secara individual/kelompok mengunduh LKK, selanjutnya menyelesaikan masalah yang  diberikan untuk memastikan kekonsistenan kesimpulan dari hipotesis berbasis fakta/data

Mengomunikasikan Siswa dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan pembuktian hipotesis Aktivitas guru:

Guru memberikan kesempatan kepada siswa/kelompok untuk mengunggah kesimpulan dari gagasan/ide tentang fakta/masalah yang diberikan.

Guru memberikan LKK (Lembar Kinerja Siswa) tentang masalah yang diberikan
Aktivitas siswa:

·      Dengan penuh tanggung jawab, siswa/kelompok mepresentasikan kesimpulan ide/gagasan dari fakta/masalah yang diberikan

·      Siswa/kelompok yang lainnya dengan penuh antusias memperhatikan, memberikan masukan atau yang lainnya.

Kegiatan inti dari pembelajaran dengan menggunakan pendekatan 5M berbasis PADLET harus memperhatikan keadaan sekolah dan siswa. Sekolah sebaiknya mefasilitasi pembelajaran berbasis internet sebagai tuntutan pembelajaran. Pastikan juga siswa telah  tebiasa menggunkan internet sebagai pembelajaran dan juga terampilan menggunakan aplikasi web 2.0  tersebut. Guru dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan 5M berbasis PADLET agar lebih bersabar dan mendorong siswa untuk pembelajaran yang bermakna.

  1. Kesimpulan dan Saran

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan di atas dapata disimpulkan beberapa hal.

  1. Papan Tulis Bertutur Digital (PADLET) cenderung memberikan ruang kepada siswa untuk mengeksplorasi dan mengkomunikasikan ide/gagasan berbasis pada student centered.
  2. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan 5M (Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Mengasosiasi dan Mengkomunikasiakan) berbasis PADLET, ada indikasi kuat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga akan memberikan proses dan hasil belajar yang maksimal.

5.2 Saran

Adapun saran dari penulisberkaitan dengan pendekatan 5M berbasis PADLET sebagai berikut.

  1. Hendaknya pemerintah memberikan fasilitas pembelajaran yang memadai berkenaan dengan pembelajaran yang berbasis TIK.
  2. Pihak sekolah mengapresiasi setiap inovasi pembelajaran berbasis TIK untuk memunculkan pengembangan inovasi pembelajaran berbasis TIK untuk memajukan pembelajaran yang berbasis peningkatan kualitas peserta didik.
  3. Hendaknya Guru atau peneliti menindak-lanjuti hasil kajian pustaka ini berupa penelitian untuk meningkatkan efektivitas penggunaan PADLET dalam menunjang 5M.

Daftar Pustaka

Ahmad  Machin. 2014. Implementasi Pendekatan Saintifik, Penanaman Karakter dan Konservasi pada Pembelajaran Materi Pertumbuhan. Diakses melalui http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpi

Anderson, M. (2013). How to use Padlet and why. dibaca dari http://ictevangelist.com/how-to-use- padlet/.http://www.aea1.k12.ia.us/documents/filelibrary/school_technology/tech_in_the_classroom/padlet/Padlet_for_Beginners_3A66E0A4BC13B.pdf

DeWitt, D.; Alias, N.; Siraj, S. (2015) Collaborative learning: Interactive debates using padlet in a higher education institution. In: International Educational Technology Conference (IETC 2015), 27-29 May 2015, Istanbul, Turkey.

Direktorat PSMK. 2015. Penguatan Pemahaman Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan; Handout Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK Tahun 2015. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan 2015.

Halsted, EA. (2014).Why Padlet is An Important Tool for Your Classroom.http://edtechreview.in/trends-insights/insights/1468-why-padlet-is-an-important-tool-for-your-classroom.

Mohamed Amin Embi. 2011. Web 2.0 Tools in Education: A Quick Guide . diunduh dari https://www.scribd.com/doc/58594601/Web-2-0-Tools-in-Education-A-Quick-Guide-by-Mohamed-Amin-Embi.

Pavel AP, Fruth A, & Neacsu MN. 2015. ICT and E-Learning – Catalysts for Innovation and Quality in Higher Education. Procedia Economics and Finance, 23, 704–711

Zainuddin Ibrahim, dkk. 2015. Design of a Learning Module for The Deaf in a Higher Education Institution Using Padlet. Jurnal Procedia-Social and Behavioral Sciences, 176, 220-226.

Advertisements

Posted on May 10, 2017, in Artikel and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: