Kiat Menulis Artikel Bagi Guru

2013-08-21_193212Oleh : Dra. Eko Hastuti, M.M. 

Disadari   tidak, sebenarnya seorang guru itu sudah melakukan aktifitas menulis. Fakta ini diperkuat oleh pendapat M. Arief Hakim (2005 : 15) bahwa hampir setiap orang agaknya pernah melakukan aktifitas menulis, dari bentuk yang paling ringan dan sederhana sampai yang luas dan mendalam. Menulis dalam bentuk ringan seperti buku harian, surat, memo, pengalaman, opini, dan lain-lain.

Sedangkan menulis dalam bentuk luas dan mendalam dapat berupa artikel, esai, kritik, laporan, buku, jurnal, dan sebagainya. Menulis bentuk lain juga bisa misalnya karya-karya fiksi (puisi, cerpen, dongeng, pantun, novellet, novel, dll). Memang secara garis besar, tulisan dibedakan antara tulisan fiksi dan non fiksi. Dengan demikian, bukankah menulis bagi guru itu merupakan aktifitas yang sudah menjadi rutinitas. Terlebih menulis yang berkaitan dengan tugas pokok guru dalam mengajar. Guru menyusun Prota, Promes, RPP, Soal Ulangan Harian atau Soal Ulangan Semester, menyusun LKS itu sudah biasa. Namun, anehnya banyak guru yang tetap saja merasa tidak bisa menulis. Padahal, hakekat menulis menurut M. Arief Hakim (2005 : 15) adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan.

Yah, mungkin yang dimaksud kesulitan menulis itu untuk jenis-jenis tertentu seperti menulis artikel, resensi buku, esai, jurnal, dan sebagainya. Baik, berikut ini penulis akan berbagi sedikit kiat menulis karya ilmiah populer atau biasa disebut artikel.

Pengertian dan Ciri-Ciri Artikel
Artikel menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1999) didefinisikan karya tulis lengkap di majalah , surat kabar, dan sebagainya. Dari pengertian ini, artikel sebenarnya termasuk tulisan yang masih bersifat umum dan luas.

Artikel bisa berupa opini, esai, tajuk rencana/editorial bahkan berita. Namun pada umumya, artikel didefinisikan sebagai pemikiran, pendapat, ide, dan opini seseorang tentang berbagai tema dan peristiwa (M. Arief Hakim, 2005 : 45).

Sedangkan menurut Sharon Scull dalam bukunya Critical Reading and Writing for Advanced ESL Students (1987) adalah suatu bentuk karangan yang berisi analisis suatu fenomena alam atau sosial dengan maksud untuk menjelaskan siapa, apa, kapan, di mana, bagaimana, dan mengapa fenomena alam atau sosial tersebut terjadi. Kadang-kadang artikel juga menawarkan suatu alternatif bagi pemecahan suatu masalah. Dalam menulis artikel penulis tidak hanya mengemukaan pendapat atau ide sendiri, namun juga didukung oleh pendapat orang lain (nara sumber) untuk memperkuat pendapatnya sehingga dipercaya kebenarannya oleh pembaca.

Setya Yuwana Sudikan (1983 : 33) yang menyebut artikel sebagai tulisan ilmiah populer menjelaskan istilah tulisan, ilmiah populer dan definisikan tulisan ilmiah populer sebagai berikut. Istilah tulisan dinyatakan untuk sebuah karya tulis yang disusun berdasarkan tulisan, karangan, dan pernyataan gagasan orang lain. Sedangkan istilah ilmiah populer digunakan untuk menyatakan sebuah tulisan yang bersifat ilmiah, tetapi ditulis dengan cara penuturan yang mudah dimengerti. penyajiannya dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Tulisan dikatakan ilmiah apabila mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh informasi yang sudah teruji kebenarannya, dan disajikan dengan cara yang mendalam berkat penalaran dan analisa yang tepat.

Berdasarkan definisi tersebut, dapat dirumuskan ciri-ciri artikel sebagai berikut : 1) tulisan yang berisi ide, pendapat, pemikiran seseorang tentang berbagai tema atau peristiwa; 2) mengandung kebenaran secara obyektif serta disajikan melalui proses penalaran dan analisa yang tepat; 3) menyertakan pendapat/ ide orang lain (pakar/nara sumber) untuk memperkuat pendapatnya agar diakui kebenarannya oleh pembaca; 4) menggunakan kaidah penulisan bahasa yang benar, namun mudah dipahami; 5) panjang tulisan antara 5-8 halaman bila disiarkan di surat kabar, sedang untuk dimuat di jurnal antara 10-20 halaman, dan 6) tulisan jenis Times New Roman, Font Size 12, spasi ganda (2), dengan ukuran kwarto.

Dari segi bahasa, sebagian orang kemudian mencoba untuk merinci ciri-ciri sebuah artikel, yakni lugas, logis, tuntas, obyektif, cermat, jelas dan padat (http://kangmoes.com). Akan tetapi, karena tidak ada aturan baku sebuah artikel harus begini dan begitu (setidaknya sampai saat ini kangmoes belum menemukannya) maka sebagian orang menyanggah pendapat mengenai ciri-ciri artikel di atas karena penulisan artikel bisa tergantung karena tujuan dituliskannya. Adapun tujuan penulisan artikel menurut (http://kangmoes.com), antara lain : 1) Tujuan Penugasan. Misalnya seorang siswa sekolah yang diberi tujuan untuk menulis sebuah artikel ; 2) Tujuan Informasi. Artikel yang tujuannya semata-mata untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai sebuah hal ; 3) Tujuan Persuasi (membujuk). Artikel yang mengulas sesuatu hal yang di dalamnya terkandung muatan pembujukan kepada pembaca untuk melakukan suatu hal atau membeli suatu barang.

Misalnya artikel tentang diabetes yang terselip materi promosi akan suatu produk bebas gula yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Secara tidak langsung, ini menjadi sanggahan akan ciri obyektif sebuah artikel yang telah disebutkan di atas ; 4) Tujuan Entertainment. Artikel yang tujuannya untuk menghibur pembaca; 5)Tujuan Eksistensi. Artikel yang ditulis untuk menjadi penegasan diri atau untuk menyatakan eksistensi diri penulis kepada pembaca ; 6) Tujuan Kreatif. Artikel yang ditulis untuk penyaluran suatu ide ;7) Tujuan Pemecahan masalah. Yakni artikel yang ditulis dengan tujuan membantu pembaca memecahkan permasalahan yang dihadapi; dan 8) Tujuan Kenaikan Pangkat guru. Untuk tujuan yang terakhir perlu pembahasan tersendiri dalam tulisan berikut ini.

Artikel (Tulisan Ilmiah Populer)
Batasan artikel dalam Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru (1996/1997 : 38) adalah tulisan ilmiah yang tersaji dengan bahasa dan format yang lebih populer. Maksudnya tulisan tersebut disajikan dengan menggunakan bahasa dan kerangka sajian isi yang lebih menarik dan mudah dipahami. Tulisan ilmiah jenis ini memiliki ciri khusus, yakni isi sajiannya berada dalam kawasan ilmu, penulisannya cermat, tepat, benar, menggunakan sistematika yang umum dan jelas, dan bersifat obyektif. Artikel jenis ini tidak bersifat subyektif, emosional, mengungkapkan terkaan, prasangka, atau memuat pandangan-pandangan tanpa fakta dan rasional yang mantap.

Pada umumnya tulisan ilmiah populer terdiri dari 3 bagian, yakni pendahuluan, isi, dan penutup. Kadang artikel ini dimulai dengan ungkapan hal-hal yang menarik dan mengejutkan untuk menarik perhatian pembacanya. Baru pada bagian isi dipaparkan hal-hal umum untuk kemudian menuju pada kesimpulan. Namun ada juga yang dimulai dengan mengungkapkan tesis, kemudian membenturkannya dengan antitesis untuk menggiring pada satu sintesa (1996/1997 : 37). Atau dengan membahas permasalahan dengan upaya untuk menjawab pertanyaan apa, siapa, mengapa, kapan, di mana dan bagaimana. Intinya, banyak kerangka isi sajian yang dapat dipakai dalam menyajikan gagasan.

Khusus artikel yang untuk kenaikan pangkat jabatan guru, berupa ringkasan hasil kegiatan ilmiah, misalnya PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Subyantoro (2009 : 10) menyimpulkan PTK adalah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru sekaligus peneliti, sejak disusunnya suatu perencanaan sampai penilaian terhadap tindakan nyata di dalam kelas untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Setelah penelitian selesai dilaksanakan kemudian disusun laporan PTK tersebut sesuai dengan sistematika yang berlaku.

Selanjutnya, laporan PTK tersebut diringkas dalam bentuk artikel dalam bahasa yang baik dan benar. Sistematika artikel ini pada umumnya terdiri dari abstrak, kajian teori, hipotesis, metode penelitian, hasil tindakan, simpulan dan saran, dan daftar pustaka. Ringkasan laporan PTK dalam bentuk artikel ini selanjutnya dikirim ke jurnal pendidikan untuk mendapatkan angka kredit pengembangan profesi.

Kiat Menulis Artikel
Mengingat jenis artikel itu bermacam-macam, maka dalam kesempatan ini penulis memaparkan salah satu kiat menulis artikel yang secara umum saja. Di mana bagian artikel pendek sekurang-kurangnya terdiri dari 3 bagian, yakni pendahuluan, isi/pengembangan, dan penutup/kesimpulan (Darju Prasetya, 2005 : 39). Salah satu cara menulis artikel yang sebaiknya dilakukan adalah sebagai berikut : 1) menentukan tema dan topik yang akan ditulis; 2) menyiapkan data/fakta/pendapat dari nara sumber (penulis lain yang mendukung tema); 3) kemukakan ide/gagasan anda dalam kalimat-kalimat yang efektif; 4) ikat kalimat-kalimat tersebut dalam paragraf-paragraf yang memiliki keterpaduan. Usahakan dalam satu paragraf memiliki satu ide/gagasan; 5) masukkan fakta/data/pendapat orang lain untuk memperkuat pendapat anda; 5) tutuplah artikel anda dengan membuat kesimpulan. Saran juga baik untuk mengakhiri tulisan agar pembaca memahami solusi yang ditawarkan penulis dalam mengatasi permasalahan yang diangkat tersebut.

Apabila kiat tersebut masih dirasakan sulit, mungkin langkah terbaik yang bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1) simpan ide/gagasan yang akan ditulis; 2) banyak-banyaklah membaca contoh-contoh artikel yang terbit di media massa (koran, majalah, tabloid, bulletin, dll); 3) catat pendapat orang lain mengenai permasalahan yang akan anda tulis; 4) baca buku-buku pendukung dan catat hal-hal yang penting’ 5) mulailah menulis dari mengemukakan pendapat/gagasan sendiri; 6) masukkan pendapat-pendapat orang lain untuk mempertegas/memperkuat pendapat anda; 7) kembangkan ide-ide anda dalam paragraf-paragraf yang padu; 8) urutkan tuturan ide mulai dari pendahuluan, isi, dan penutup, dan 9) teliti penggunaan bahasa dan tata tulisnya agar tulisan kita mudah dipahami oleh pembaca.

Kesimpulan
Menulis merupakan salah satu aktifitas manusia yang mempunyai banyak manfaat. Selain bermanfaat bagi orang lain, menulis juga dapat untuk mengembangkan diri. Dengan menulis, kita dapat menuangkan ide/gagasan, mencurahkan isi hati, mengkomunikasikan pemikiran atau perasaan kepada orang lain. Menulis juga bisa menjadi media untuk berbagi, bersinergi dan mencerahkan banyak orang. Kebanggaan dan kepuasan akan diperoleh bila tulisan kita dikenal khalayak luas. “Dengan menulis, kita bisa mandiri. Akal budi, hati nurani, dan jiwa kita bisa ‘menari’ secara bebas. Dengan menulis, seseorang akan punya sumbang sih bagi (masa depan) kemanusiaan” kata M. Arief Hakim. Tidak ada kata sulit untuk menulis bagi yang ingin mencoba. Siapa pun mampu untuk menulis, karena hakekat menulis adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan.

Modal seorang penulis adalah kepekaan dan sikap kritis terhadap realita kehidupan. Ide, gagasan, pemikiran, inspirasi untuk menulis bertebaran di mana-mana. Tinggal peka atau tidak menangkap fenomena itu untuk digoreskan dengan pena. Akhirnya, menulis menjadi sebuah pilihan. Menulis atau tidak tergantung motivasi dan kebutuhan masing-masing, namun tidak ada salahnya kan bila menulis dijadikan sebagai salah satu warna kehidupan? Menulis artikel mungkin bisa sebagai latihan awal. Kenapa artikel? Karena artikel memuat pemikiran dan ide-ide kita, media ekspresi dari akal budi, hati nurani, dan jiwa kita. Ingat, kata Ali Bin Abi Thalib, bahwa akal orang-orang mulia terletak pada ujung-ujung penanya.

Wonosobo, 8 Juli 2012

Posted on August 21, 2013, in Artikel. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: