Monthly Archives: July 2013

Agar Guru Tidak Menjual Buku

bukuAkhir-akhir ini guru kembali menjadi sorotan. Setelah pemerintah berupaya mesejahterakan guru dengan program sertifikasi guru, ada oknum guru yang melakukan hal-hal yang telah dilarang yakni melakukan penjualan buku pada siswa. Buku yang dimaksud berupa buku paket atau buku kerja siswa yang selanjutnya kami sebut BKS (Buku Kerja Siswa). Fakta di lapangan banyak dijumpai adanya jual-beli BKS oleh oknum guru dan oknum sekolah kepada siswa dengan berbagai modus. Modus operandi yang digunakan dari dengan cara konvensional sampai dengan menggandeng komite sekolah. Cara konvensional biasanya oknum guru langsung menjual buku tersebut kepada siswanya. Siswa tentu saja dengan terpaksa membeli BKS tersebut. Modus operandi yang terbilang rapi misalnya ada oknum pejabat sekolah menggandeng komite sekolah misalnya dengan mengadakan rapat dengan orang tua atau wali siswa dalam upaya penglegallan penjualan BKS mengatas-namakan kemaslahatan dan kemajuan prestasi siswa di sekolah. Ini adalah sebuah fenomena pendidikan di negeri ini. Meskipun pemerintah Lanjut Baca

Advertisements

Guru dan BBM

sisParadigma pembelajaran yang dikelola oleh guru selama ini, ada indikasi bahwa guru masih melanjutkan pembelajaran yang otoriter dan konvensional. Indikasi pembelajaran otoriter dapat dilihat dari bagaimana guru memaksa siswa untuk mengikuti apa kehendak guru. Siswa seringkali tidak diberi alternative untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa. Pembelajaran otoriter juga tidak memperhatikan adanya perbedaan individu (potensi yang dimiliki siswa). Semua siswa dipandang memiliki kemampuan yang sama, sehingga dengan gaya pembelajaran otoriterisme dianggap efektif mentransfer pengetahuan kepada siswa. Gaya pembelajaran otoriterisme juga menganggap siswa seperti kotak kosong. Sedangkan indikasi pembelajan konvensional adalah hanya menjadikan guru sebagai satu-satunya ..Lanjut Baca

Angka-Angka UN untuk [Si]apa?

imagesPengumuman kelulusan UN tahun 2013 tingkat SMA, SMP dan SD sederjat telah di publikasikan. Angka-angka yang bertebaran di dunia informasi berhubungan dengan persentase kelulusan tingkat nasional, Persentase kelulusan tingkat provinsi, Persentase sekolah dengan nilai UN tertinggi, Siswa dengan nilai UN tertinggi dan lainya sebagainya. Angka-angka tersebut dapat diakses melalui berbagai sumber pemberitaan.

Setelah hasil diumumkan, respon akan angka-angka UN 2013 beraneka ragam. Respon polos ditunjuk oleh siswa. Mereka seperti biasa melampiaskan emosi mereka dengan cara-cara dunia mereka, meskipun banyak pihak yang mengkritisinya, misalnya masih adanya budaya coret-coret, kebut-kebutan di jalan. Tetapi tidak sedikit siswa yang mengungkapkan emosi kelulusan mereka dengan perkara positif, misalnya mereka melakukan kegiatan sosial. Sementara peserta UN denganĀ  nilai terbaik tingkat nasional, provinsi dan kota/kabupaten akan diguyur dengan sejumlah hadiah. Sedangkan kaum minoritas yang belum beruntung karena mendapatkan nilai di bawah standar kelulusan, mereka dianggap sebagai …Lanjut Baca

Quo vadis Kurikulum di Negeri Dunia Ketiga

qouSaya termasuk guru yang “sedih” dengan diberlakukannya kurikulum 2013. Saya memiliki beberapa alasan. Alasan tersebut berkaitan dengan orentasi kurikulum dan implementasinya. Berkaitan dengan alasan pertama, saya menilai perubahan kurikulum masih berbasis pada proyek 5 tahun. Mengapa demikian? Baca Selanjutnya